Showing posts with label Kilas Media. Show all posts
Showing posts with label Kilas Media. Show all posts

Thursday, November 19, 2015

Revolusi Mental Juri Bersertifikat

Nasib Juri ditengah hiruk pikuk EO
Punya Masa Laris di Order

Ronggolawe, Awalnya Hanya Main-Main
Sebagai produsen barang-barang untuk para penghobi, Ebod pada prinsipnya bersikap netral, bisa menjadi sponsor even manapun apakah itu PBI, BnR maupun Independen.

BnR Terus Berinovasi
Menurut Bang Boy sejak berdiri 8 tahun yang lalu sampai sekarang pihaknya sudah memiliki 389 Juri. Dewan pengawas yang terdiri dari Bang Boy, H. Dodot dan H. Engkus tengah membuat kurikulum pelatihan, mengamati dan mengawasi kinerja juri serta mengamati bagaimana tren perburungan terkini, yang mesti diterjemahkan kedalam pakem menilai burung.
...baca selengkapnya di
Tabloid Agrobis Burung, Edisi XX, Minggu I November 2015

Friday, November 13, 2015

Pleci Burung Rakyat Naik Kelas

Pleci itu burung kecil ang merakyat. Harganya murah meriah. Tapi kalau sudah jadi... Harganya bisa melambung tinggi hingga puluhan juta rupiah. Para pecinta pleci pun tidak sendirian, sebab diberbagai daerah juga muncul klub-klub pleci salah satunya adalah PCMI. Nah keberadaan organisasi lintas daerah inilah yang membuat eksistensi jenis burung ini diyakini bakal langgeng.

Memilih Pleci Ombyokan
Berikut adalah tips memilih pleci dari salah satu pemain handal seperti Rony dari Sleman Bird Club (SBC), seperti dikutip oleh Ronggolawe.

Ukuran Body tidak terlalu penting. Postur dipilih yang seimbang atau atletis. Kepala agak besar, paruhnya tebal, mata menonjol keluar. Segi lainnya pilihlah yang paling rajin ngeriwik, cengkraman kakinya kuat. Burung dengan ciri tersebut menurut Rony biasanya punya mental bagus dan betah bunyi lama-lama.

Satu hal lagi yang penting, pilihnya burung yang relatif tua supaya ttidak terlalu lama menunggu masa bunyi. (Media Ronggolawe).


...baca selengkapnya di
Tabloid Ronggolawe, Edisi 101, Minggu I November 2015

Sunday, August 9, 2015

Kacer Sang Petarung Yang Pandai Menari

Burung Kacer termasuk kedalam golongan burung fighter, burung ini jika bertemu dengan burung sejenisnya ia akan langsung bersuara sambil melakukan gerakan yang mirip dengan tarian.

Membedakan Jenis Kelamin Kacer
Berikut adalah cara untuk memilih jenis kelamin bakalan Kacer :

Kacer Jantan
1. Warna hitam pada tubuhnya mengkilap.
2. Bentuk tubuhnya langsing, proporsional dan memanjang.

Kacer Betina
1. Warna bulu dada cenderung kusam, hitam pudar dan agak keabu-abuan.
2. Dilihat dari atas, bentuk badan burung kacer betina agak menggelembung atau gempal.

Pemasteran Burung Kacer
Kacer merupakan burung yang pintar, dia bisa menirukan suara burung-burung lainnya dengan baik. Adapun suara burung yang cocok untuk master Kacer diantaranya adalah : Lovebird, Jalak Suren, Cuck Jenggot, Cililin, Prenjak, Kenari, Ciblek, Burung Gereja, Pentet. Hwa Mei dan lainnya.
...baca selengkapnya di
Tabloid Ronggolawe, Edisi 88, Minggu I Agustus 2015

Geliat Pasar Burung Cinde Walang Palembang

Hobi burung berkicau sudah merupakan kebudayaan masyarakat indonesia. Khususnya masyarakat yang berada di pulau jawa. Entah sejak kapan dimulainya hobi memelihara burung? Di pulau jawa sendiri sudah dimulai sejak jaman kerajaan. Karena pada waktu itu Raja-Raja di pulau jawa sudah mulai memelihara burung. Hanya saja jenis burung yang dipelihara adalah burung Perkutut dan Terkukur. Bahkan pada saat itu memelihara Perkutut atau Terkukur dihubung-hubungkan dari sisi magisnya. Ada kepercayaan memelihara burung Perkutut jenis tertentu akan membawa keberuntungan terhadap keluarganya.

Ternyata hobi burung berkicau tidak hanya digemari oleh masyarakat pulau jawa. Hal ini juga telah mewabah keseluruh pelosok Nusantara. Tidak ketinggalaan juga oleh masyarakat Sumatera. Salah satu coontohnya adalah dengan kehadiran Pasar Burung Cinde Walang. Entah sejak kapan berdirinya pasar burung ini. Yang pasti kehadirannya tentu sangat membantu mereka yang menggemari burung berkicau. Ada sekitar tiga puluh toko burung yang berdagang di pasar ini. Ketersediaan barangnya cukup komplit. Berbagai macam sangkar burung, pakan, maupun asesoris yang menunjang kebutuhan para penghobi burung berkicau tersedia disini.

Letak pasar ini pun sangat strategis, berada di pusat kota Palembang membuat calon pengunjung mudah mencapai lokasi ini. (Clx)
...baca selengkapnya di
Tabloid Ronggolawe, Edisi 87, Minggu IV Juli 2015

Friday, August 7, 2015

Arti Durasi Kerja Burung Dalam Lomba

Sebagaimana diketahui, terkait dengan Pakem lomba burung berkicau yang diselenggarakan oleh pihak BnR dimana susunan penilaian tersebut terdiri dari 4 unsur antara lain :
  1. Durasi Kerja
  2. Irama Lagu
  3. Volume
  4. Fisik Burung
Dalam edisi ini diingatkan kembali bahwa Yang paling utama dalam penilaian burung di lomba BnR dan merupakan harga mati adalah Durasi Kerja. Durasi Kerja saja banyak sekali peserta yang tidak memahami apa arti dari durasi kerja tersebut. Bukan burung yang kerja monoton sudah pasti masuk pakem bnr jangan salah, durasi kerja yang dimaksud adalah : kicauan burung itu panjang dan nafasnya panjang serta saat dia mengambil nafas, jedanya tidak lama.

"Bukan burung yang kerjanya maksimal ngedur tapi kicauannya pendek pendek contoh di kenari dan lovebird. Bukan Burung seperti itu yang dicari oleh juri atau masuk pakem bnr loh. Disini yang selalu salah persepsi dari para peserta lomba bnr. Awas tolong diperhatikan ini bukan durasi maksimal suara pendek pendek yang dicari ya". Kata Bang Boy menjelaskan arti durasi kerja di bnr.
...baca selengkapnya di
Tabloid BnR, Edisi 328, Minggu I Agustus 2015

Thursday, May 7, 2015

Pamor Kacer Kini

Kinclong di Blok Tengah & Timur, Blok Barat Bersinar lagi

Kacer menjadi burung yg tetap disukai dan gengsinya tetap terjaga. Salah satu blok yang tetap menjadikan kacer sebagai kelas bergengsi adalah di blok Tengah. Disini juga banyak bermukim kacer-kacer handal langganan juara dan diperhitungkan ditingkat nasional.

Salah satu faktor ramainya kelas kacer, diantaranya stok kacer yang masih melimpah di wilayah tengah. Selain kacer lokal juga banyak kacer yang didatangkan dari wilayah Sumatera dan Kalimantan. Harga bakalan relatif terjangkau.


"Di wilayah blok tengah, jarang yang breeding kacer. Mungkin ini dikarenakan stok burung alam yang masih banyak dan terjangkau harganya, sehingga belum menarik untuk dijadikan usaha seperti ternak murai" tutur Sugeng BM selaku penyelenggara Lomba di Pasar Hewan Purbalingga.

Rp 175 Juta Untuk Seekor Jawara
Kini, Blok Barat Siap Fight


Baru saja Edy PLN dari 279 SF meminang seekor kacer jawara bernama Rambo dari tangan Bang Fandy Kendal BC senilai 175 Juta. Tidak sia-sia setelah nyeri di Road to BnR Award pekan lalu, berikutnya burung ini kembali meraih double winner di Piala Brother Cibubur Jakarta. "Materinya memang mewah, volumenya juga luar biasa, durasi kerjanya hebat. Makanya saya putuskan untuk ambil". Tandas Edy (tim agrobur).


...baca selengkapnya di
Tabloid Agrobis Burung, Edisi 777, Minggu IV April 2015

Sunday, May 3, 2015

Burung Gereja, Masteran Mewah Harga Murah

Burung Gereja (Passer montanus) sudah lama menjadi salah satu burung master favorit bagi kicaumania untuk memaster aneka burung kicauan seperti Murai Batu, Kacer, Pentet, Pleci, Cucak Hijau dan lain sebagainya. 

Burung Gereja sangat baik untuk dijadikan masteran karena suara crecetannya tajam.

Memelihara burung Gereja hasil tangkapan liar bukan hal yang mudah, karena burung sering takut melihat manusia sehingga jarang ada yang mau bunyi. Untuk memperoleh burung yang rajin bunyi, dibutuhkan proses penjinakan yang panjang. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menggantung burung ditempat yang jauh dari kehadiran burung gereja liar, jika tidak burung dalam sangkar akan terpengaruh dan tidak akan pernah mau bunyi.

Burung Gereja relatif mudah dipelihara, termasuk soal pakannya. Pakan untuk burung gereja peliharaan adalah biji-bijian seperti millet putih atau merah, ulat hongkong, jangkrik, kroto, buah-buahan dan sayuran. Dalam keadaan terpaksa anda pun bisa memberinyaa voer, roti atau biskuit. Namun untuk tujuan penjinakkan dan membuatnya rajin berbunyi, pakan kering disarankan menggunakan voer dan biji-bijian.

Menangkar Burung Gereja

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk memulai penangkaran burung Gereja, Pertama, sebagaimana penangkaran jenis burung lainnya anda mesti menyiapkan kandang penangkaran dilengkapi dengan kotak sarang, lantas membeli calon indukan, penjodohan sampai akhirnya kedua indukan kawin dan berproduksi.

Cara kedua, sebagaimana sering dilakukan oleh masyarakat di eropa, cukup menyediakan kotak sarang di halaman rumah. Setiap pagi dan sore hari letakkan feeder berisi pakan burung didekat kotak sarang. Atau jika anda memiliki Kenari, maka sebarkanlah pakan kenari disekitar halaman rumah, begitu melihat aada satu dua ekor burung gereja mampir ke halaman dan melihat pakan tersebut, biasanya beberapa waktu kemudian mereka akan datang bersama dengan kelompoknya yang jumlahnya bisa mencapai puluhan ekor.

.....baca selengkapnya di
Tabloid Ronggolawe, Edisi 75, Minggu IV April 2015

Friday, May 1, 2015

Fair Play Pada Diri Sendiri

Fair Play pada Diri Sendiri dulu Baru Bicara Fair Play pada orang lain.

Akhir-akhir ini kita lihat peserta yang bersikap anarkis itu bukanlah kicaumania tapi hanya peserta lomba. Berbeda seorang kicaumania dengan peserta lomba yang anarkis dan tidak bisa disamakan. Karena kalau seorang kicaumania tidak akan pernah melakukan sikap anarkis dilapangan lomba burung. Lapangan burung adalah tempat yang sakral bagi seorang kicaumania sejati dalam dunia burung.

"Kicaumania sejati tidak seperti itu kelakuannya. Karena didalam dunia burung ini ada yang namanya etika. Kadang lucunya peserta yang protes banyak hal yang sering kita lihat. Tapi kalau aku lihat karena peserta banyak yang tidak tahu burung dan tidak tahu pakem penilaian burung. Jadi merasa burungnya harus menang tanpa tahu dan tidak mau tahu dengan burung yang lain". Kata Bang Boy dengan muka serius.

Kalau ingin dunia burung ini maju berbenahlah dalam diri sendiri dulu. Jangan suruh orang untuk fair play kalau kita sendiri saja belum bisa fairplay.

Lomba BnR Dikunjungi Tamu Negara KAA

Betapa bangganya menjadi Kicaumania dimana gelaran lomba bisa dikunjungi para tamu negara. BnR memperkenalkan kepada dunia internasional bahwa di negara indonesia yang tercinta ini kerukunan bukan hanya dalam kehidupan bermasyarakat saja namun dalam dunia hobby juga persatuan dan kesatuan selalu dijaga. (Reika).

...baca selengkapnya di
Tabloid BnR, Edisi 316, Minggu V April 2015

BnR Award 7 Juni 2015

BnR Award, 7Juni 2015
Gelaran BnR Award yang akan dilaksanakan tanggal 7 Juni 2015 ini menyuguhkan Toyota Avanza sebagai hadiah utama di kelas Murai Batu. Pada gelaran kali ini BnR Award akan menggunakan 4 Lapangan. Pengambilan kupon wajib diambil peserta pada hari Sabtu, tanggal 6 juni. Yayasan BnR juga akan bekerjasama dengan Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) dan Komunitas Yokshire Indonesia untuk ikut serta mengadakan lomba Beauty Contest LoveBird dan Kenari YS. 

Walikota Cup Bogor 2015
Tanggal 24 Mei 2015, semua latberan BnR Se-Jabodetabek diliburkan, untuk turut mensukseskan gelaran Walikota Cup yang akan diadakan di Lapangan IPB Baranangsiang, Jl. Pajajaran, Bogor ini.(Reika)

...baca selengkapnya di
Tabloid BnR, Edisi 315, Minggu IV April 2015

Friday, April 10, 2015

Persiapan Beternak Murai Batu

Kandang Breeding Harus Serupa Habitatnya
Jangan asal membuat kandang ketika akan menternakkan murai batu melainkan harus disesuaikan dengan habitat aslinya. Murai adalah sosok yang sensitif yang tak mudah dijodohkan di tempat sembarangan. Apabila kondisi kandang kurang berkenan bagi murai, maka sepasang murai itu pun sulit melakukan perkawinan. Interior dan kondisi di dalam kandang jangan asal-asalan. selain sunyi sepi didalam kandang juga harus diberi pepohonan hijau sehingga nampak seperti di hutan. didalam kandang dapat juga dilengkapi kolam yang berisi air, sementara alas kandang harus asli berupa tanah sebagaimana di hutan sebagai habitat asalnya.

Pilih Indukan Trah Juara
Sebaiknya Indukan jantan yang digunakan adalah mantan juara atau memiliki darah juara. sedang betinanya merupakan turunan dari "bapak" yang pernah juara pula.

Betina Dimasukkan Dahulu Dalam Kandang
..berikutnya murai betina itu dimasukkan dalam kandang breeding sendirian selama 3 hari. lantas indukan jantan yang masih berada dalam sangkarnya dimasukkan kedalam kandang breeding. Murai jantan tersebut dibiarkan tetap berada dalam sangkar gantung selama 3 hari.

Halaman Terkait :
Cetak Murai Jawara, Hindari Perkawinan Sedarah
Tujuh Langkah Menjodohkan Murai Batu
Murai Batu Makin Bersolek
 
...baca selengkapnya di
Tabloid Agrobis Burung, Edisi 775, Minggu II April 2015


Thursday, April 9, 2015

Jalak Bali Terancam Punah

Satwa endemik yang menjadi khas dari pulau dewata ini telah menjadi bagian dari satwa langka yang terancam punah. Untuk itulah (Asosiasi Pelestari Jalak Bali) APCB menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi Program Konservasi Jalak Bali" kepada masyarakat khususnya Bali. APCB mengajak masyarakat untuk turut mendukung pelestarian Jalak Bali baik ex-situ maupun in-situ.

Ketua APCB yang juga Board of Director of Taman Safari Indonesia, Tony Sumampau mengatakan semakin langkanya populasi Jalak Bali membuat APCB merasa khawatir dan kemudian mengajukan usul kepada pemerintah agar masyarakat diberi ijin dalam memelihara Jalak Bali. "Tentunya dengan mengikuti aturan dan kaidah yang berlaku" ujarnya.

Jalak Bali merupakan salah satu jenis burung yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Penampilannya yang eksotik membuat banyak kicaumania berduit yang ingin mengoleksinya. Sebaliknya banyak juga penangkar yang tertarik melakukan breeding. Pasalnya harga jualnya jauh lebih tinggi dari jenis burung kicauan lainnya termasuk Murai Batu.

Ada beberapa persyaratan untuk bisa menjadi penangkar Jalak Bali atau burung dilindungi lainnya. Antara lain harus memperoleh izin penangkaran dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dimasing-masing propinsi. Setiap penangkar boleh menjual hasil breeding kepada orang lain, dengan syarat burung harus dipasangi kode ring ketika burung berumur 5-15 hari, dan kode ini harus dicantumkan pula dalam sertifikat yang dikeluarkan oleh BKSDA.
 
.....baca selengkapnya di
Tabloid Ronggolawe, Edisi 73, Minggu II April 2015

Lomba Burung Merosot Tajam

Lomba Burung Merosot
Mulai tampak kemerosotan lomba-lomba burung dimanapun disetiap daerah. Kalau dibilang itu dampak dari ramainya hobby baru yaitu batu cincin juga sebenarnya tidak banyak pengaruhnya. Mari kita sama-sama kembali melihat kebelakang disaat lomba semua tertata rapi dan saling bergantian satu sama lain. Tidak seperti sekarang ini yang semakin hari semakin tidak dimengerti maksud dan tujuan mengadakan lomba burung. Kemudian apa hasil yang didapatkan bagi masyarakat burung dengan lomba-lomba sekarang? Sepertinya juga tidak maksimal misalnya memakai embel-embel untuk meramaikan dunia burung malah jadi kebalik dunia burung makin redup dan diserang dengan isu flu burung (rieka).

Dalam edisi-edisi sebelumnya memang tabloid BnR kerap memberitakan mengenai lomba burung berkicau yang semakin marak bahkan saling bertabrakan antar penyelenggara. Yang diyakini akhirnya malah membuat gelaran lomba menjadi sepi peminat dan redup. Disisi lain BnR tetap yakin pihaknya tetap konsisten lebih mengutamakan Kualitas dibandingkan Kuantitas.

...baca selengkapnya di
Tabloid BnR, Edisi 313, Minggu II April 2015
 

Tuesday, April 7, 2015

Konsumsi Voer Murai Batu tetap Tempur

Menguak Perawatan Murai Batu Ekor Hitam,
Konsumsi voer tetap bermental tempur

Bertahan menjadi jawara murai batu ekor hitam terbaik sepanjang 2014 di jabodetabek masih tetap dipertahankan Baloteli, milik Bonni N dari Mahesar Ratu SF Depok. Burung ini berkarakter unik. Jinak dan sangat doyan voer hijau. Namun karakter jinaknya akan hilang dengan sendirinya tatkala ketemu lawan dilapangan. Baloteli akan nampak beringas saat ketemu musuhnya diarena lomba. Durasi kerja panjang didukung oleh Volume dan Tonjolan Cililinnya membuatnya menjadi langganan juara dikelasnya. Menurut Bonni N sang pemilik, Dalam kesehariannya Baloteli hanya mengkonsumsi voer. Tanpa kroto maupun serangga lainnya sebagaimana lazimnya jenis murai batu pada umumnya. Jangkrik hanya selingan itupun tidak lebih dari 2ekor sehari. Begitu juga dgn rawatan lainnya seperti jemur dan mandi sepintas saja, sesempatnya.

Agar Performa tetap Terjaga,

Diasingkan menjadi solusi terbaik

Di Bali ada sederet nama muai batu juara, satu diantaranya adalah T-Rex milik D'Yan Samurai. T-Rex memiliki karakter yang tidak boleh didampingi oleh murai jenis lain dirumah. Karna itu ia diungsikan disebuah tempat yang hanya dikelilingi beberapa master utama. Begitu juga saat akan dilombakan, dilapangan T-Rex nyaris dijauhkan dari suara burung alias diungsikan sendiri jauh dari lapangan lomba. Langkah ini dilakukan agar tidak terpancing besuara sehinga bisa menggemboskan sebelum bertarung.
Banyak pemain burung mengakui bahwa murai batu yang memiliki sifat fighter yang kuat, akan sangat mudah mengumbar tenaga ketika mendengar suara lawannya dirumah. Sehingga ketika berhadapan dengan musuh dilapangan biasanya cenderung gembos ditengah jalan.

Rawatan Murai Batu Borneo,

Karakter semi liar sebaiknya tanpa umbaran

Bola Sakti, koleksi Agus Funtastic Samarinda. Perlahan tetapi pasti juara mulai digapainya seperti di Mahameru Cup Balikpapan Bola Sakti kembali masuk 1 dan 2 dengan mengeluarkan isian Cililin dan Kenari berulang-ulang. Untuk settingan hariannya Bola Sakti pagi dikasih Jangkrik 10, sore 10 plus ditambah kroto 1 sendok. Selain itu mandi pagi dan dijemur 2jam mulai jam 7, serta semingu 2kali minum vitamin ocehan. H-3 sebelum gantang rawatan harian tetap tetapi kroto ditambahin porsinya dan tidak perlu dimandikan. Nah pada hari H lomba JK pagi tambah 5 plus ulat hongkong 5.
Memang murai batu borneo wajib pakai umbaran namun tidak demikian dengan bola sakti, harian tak perlu umbaran karna karakternya semi liar. Kalaupun masuk umbaran itu hanya dilakukan pasca mabung saja setelah mandi pagi sampai sore dengan ukuran umbaran ideal 1x3meter.(tim agrobur)


...baca selengkapnya di
Tabloid Agrobis Burung, Edisi 774, Minggu I April 2015

Isu Flu Burung Kembali Dihembuskan

"Masyarakat khususnya kicaumania sudah biasa mendengar kabar isu flu burung yg sebenarnya masih diragukan kebenarannya, saya pribadi hanya mengakui bahwa yang dimaksud itu flu unggas bukan flu burung, lantaran flu ini menyerang jenis-jenis unggas" Ujar Bang Boy Menanggapi isu flu burung yang kian marak akhir-akhir ini.

Senada dikatakan juga oleh Herry IP, Tokoh Kicaumania Jakarta.
" Sejak tahun 1998, saya sudah menggeluti hobi burung berkicau, virus H5N1 memang ada namun hanya menyerang ternak unggas seperti ayam dan bebek bukan burung."

Menanggapi isu ini "Langkah konkrit BnR yaitu terus mensosialisasikan dan menggalakkan dunia penangkaran burung bekicau diseluruh indonesia, hal ini juga sebagai pembuktian dimata masyarakat, bahwa memelihara burung itu sehat jasmani dan rohani, dalam artian sehat jasmani karena aktifitasnya dan sehat rohani ketenangan jiwa mendenga suaranya, begitu juga bagi pemerintah bahwa tidak ada flu burung adanya flu unggas yang sudah ada dari jaman bahela" tegas bang Boy. (Ikrom Fauzi Riswan)

 
...baca selengkapnya di
Tabloid BnR, Edisi 312, Minggu I April 2015

Tuesday, March 31, 2015

Blackthroat Menyenangkan dan Menguntungkan

Ciri Blackthroat Berkualitas
Blackthroat (BT) dengan tubuh yang tegap, besar serta panjang umumnya bermental baik serta nada yang panjang, karna Blackthroat seperti ini tidak mengalami masalah dalam pertumbuhannya. 

Pastikan BT memiliki dada yang tegap serta bidang tak hanya enak dilihat juga mengisyaratkan bahwa BT tersebut mempunyai volume nada nyaring dan keras. Pita pada leher berwarna hitam pekat serta kepala besar agak panjang. Penampilan paruh seimbang tidak tebal tidak juga tipis.

Harga burung Blackthroat masih terbilang mahal, mengingat burung ini belum ada kelas khusus di lomba burung berkicau. Mahalnya burung ini lantaran masih ditentukan oleh nilai tukar rupiah pada dollar. Harga burung Blackthroat di pasaran berkisar antara 700rb hingga 1jt. Kalau nilai tukar rupiah anjlok harga burung bisa berkisar antara 1-2jt.

.....baca selengkapnya di
Tabloid Ronggolawe, Edisi 71, Minggu IV Maret 2015
 

Saat Tepat Beternak Murai Batu

Beternak murai batu? Prospek kedepannya jauh lebih bersinar mengingat kebutuhan murai dipastikan melonjak tajam. Hal ini dapat dimaklumi karna peminat murai batu berangsur-angsur merangkak naik.

Burung ini bukan sekedar untuk dilombakan melainkan dijadikan burung klangenan dirumah. Kendati bandrolnya mahal, tapi tetap diburu. Hal lain yang memberi harapan besar adalah PBI membuat aturan dimana murai yang bisa dilombakan dijuaraan yang dibuatnya adalah murai hasil ternakan bukan tangkapn alam. Dalam artian murai bersangkutan memiliki ring resmi.

Pilih Murai Medan sebagai Calon Idukan
Dari beragam jenis Murai Batu. Murai batu medan dirasa paling istimewa terutama suaranya yang paling merdu. Karakternya kuat, bentuk tubuhnya indah ekornya panjang dan warna bulunya menawan. Mengingat memiliki banyak keistimewaan, murai medan sangat layak ditangkarkan seraya memiliki nilai jual paling tinggi diantara jenis yang ada. (Nal)

...baca selengkapnya di
Tabloid Agrobis Burung, Edisi 773, Minggu V Maret 2015

Thursday, March 26, 2015

Potret Bredeer Murai Batu di Kota Jambi (2)

Lanjutan dari edisi 310 sebelumnya...

Didik - 88 Bird Farm
Pelatih Tenis Meja Cetak Murai Batu Trah Juara
Disela kesibukannya sebagai Pegawai Negri Sipil dan pelatih Tenis Meja. Didik 88 salah satu yang ikut berperan aktif di gelaran road to BnR Award jambi ini juga ikut ambil bagian melestarikan burung kicauan melalui penangkarannya. Kini sudah terisi 17 indukan murai batu trah jawara. Dan berkat support dari istri, hasil ternak 88-bird farm sudah menyebar dan beberapa masih inden.

Zoel Bakung - Bajing Ireng Birds Farm
Berperan Aktif Menjaga dan Membangun Solidaritas Kicaumania Jambi
Zoel Bakung salah satu tokoh kicaumania Jambi yang sangat aktif menjaga dan mengangkat kicaumania jambi ditingkat nasional. Tidak puas sebagai pemain, Zoel Bakung disela-sela kesibukannya sebagai penyelenggara latihan maupun lomba di Jambi, beliau juga sedang mempersiapkan jagoan-jagoan baru melalui penangkarannya. 24 kandang yang disiapkan dan diisi beberapa pasang indukan Murai Batu, Lovebird dan Kacer. Trotolan trah juara pun siap dikirim keluar daerah.

Zulkarnaen Harahap - HRP Birds Farm
Binaan BNR Teruskan Penangkaran Sampai Jambi
Zulkarnaen Harahap, setelah pindah tugas ke Jambi, Bang Zul sapaan akrabnya terus melanjutkan hobi ternakannya sekaligus melanjutkan program BNR. Semakin banyaknya yang inden pesan anakan murai batu, pihaknyasaat ini membuka penangkaran di dua tempat. Selain dihalaman rumahnya, Bang Zul juga membuka penangkaran dihalaman belakang rumah adiknya. Selain murai batu, bang Zul juga ternak Cucak Hijau dan juga ternak Belibis. (*akbar)
...baca selengkapnya di
Tabloid BnR, Edisi 311, Minggu IV Maret 2015
 

Friday, March 20, 2015

Serindit Masteran Mewah

Serindit atau blue crowned hangging parrot hingga kini tetap menjadi burung master favorit bagi kicaumania. dengan suaranya yang melengking rapat dan tajam seperti curut atau celurut membuat burung maskot nampak istimewa saat membawakan suara burung ini.

Tak kalah dengan Cililin
"Murai Batu yang membawakan suara Serindit akan lebih menarik perhatian dibandingkan yang menyuarakan burung Cililin". Ujar Mustofa, Kicaumania asal Cimanggis Depok ini. Mustofa mengaku dirumahnya saat ini sering terdengar suara dencing yang semula oleh istrinya dikira suara celurut, padahal itu adalah suara serindit.

Suaranya memang unik, dencing suara serindit bila masuk ke Murai Batu, akan membuat suara si MB lebih dashyat. sebab dencing suara serindit yang dibawakan oleh MB akan terdengar lebih keras ketimbang dibawakan oleh serindit sendiri. Tak heran jika Serindit menjadi pilihan burung master yang banyak digemari karena selain suaranya yang unik, harganya pun sangat terjangkau bagi kalangan kicaumania.

Untuk masteran, sebaiknya memelihara lebih dari satu serindit karena mereka biasa hidup berkoloni dan saling bersahut-sahutan. Khusus untuk Serindit Sangihe (Loriculus catamene) dan Serindit Sulawesi (Loriculus exilis) tidak disarankan untuk dipelihara karena keduanya termasuk spesies burung langka dan dilindungi oleh pemerintah berdasarkan PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Daftar Nama Burung yang Dilindungi (km).

.....baca selengkapnya di
Tabloid Ronggolawe, Edisi 70, Minggu III Maret 2015

Agar Pleci Bisa Ngerol Panjang

Agar pleci bisa memiliki suara yang bagus seraya mampu ngerol panjang, caranya cuman "mengisi" suaranya sejak masih "bayi". Ya salah satu caranya adalah dengan membentuk karakter suaranya sejak masih berumur belia melalui teknik pemasteran atau pengisian suara.

Pembentukan suara pleci pada dasarnya bisa dilakukan ketika burung tersebut masih berumur 20hari atau masih piyek. Tapi bisa pula dilakukan ketika berumur 1-2 bulan dimana burung tersebut sudah berbulu normal dan bisa ngeriwik. Dalam pengisian suara itu jangan dilakukan asal-asalan terutama burung yang dijadikan masternya. 

Burung Masteran untuk Pleci
Sebelum memaster pleci ada beberapa burung yang dapat dipilih sebagai masternya. Antara lain ciblek, kenari, prenjak dan gelatik wingko. Pleci yang dimaster dengan semua burung tersebut akan memiliki suara perpaduan yang khas dan bagus.

Saat dimaster sangkar pleci digantang ditengah sementara disekelilingnya letakkanlah sangkar ciblek, kenari, prenjak dan gelatik wingko. Setiap harinya dilakukan 3 kali dengan waktu yang berbeda-beda yakni: Pagi (5-7), Sore (3-5), Malam (8-10) diluar jam tersebut pleci tidak perlu dimaster dan dijauhkan dari suara burung masteran (nal).

Jangan lupa sesekali menambahkan Madu untuk menambah performa pleci.
 
...baca selengkapnya di
Tabloid Agrobis Burung, Edisi 772, Minggu IV Maret 2015



Thursday, March 19, 2015

Potret Breeder Murai Batu di Kota Jambi (1)

Selain mengulas mengenai kunjungan Bang Boy ke Pangkalan Bun, dalam edisi kali ini Tabloid BnR menampilkan beberapa potret para breeder murai batu di Kota Jambi.
 
Tony Lee - M&M Bird Farm
Ikut ambil bagian membangun Kicaumania Jambi
Tony Lee, salah satu kicaumania Jambi yang ikut mensukseskan gelaran Road to BnR Award (8/3) di Jambi beberapa pekan lalu. Melihat antusiasme kicaumania di jambi, Tony Lee ikut ambil bagian memajukan dunia perburungan dengan membuka penangkaran dihalaman belakang kediamannya. Setiap bulannya M&M Bird Farm bisa menghasilkan 5 anakan dan hampir semua anakan sudah pesanan alias inden sebelumnya. Selain murai batu, pihaknya juga menangkarkan cililin.
 
Babe Yusuf - Arista Bird Farm
Binaan Dephut Jambi, Sukses Ternak Murai Batu
Pria yang akrab disapa Babe Yusuf ini sukses beternak murai batu trah jawara melalui binaan Departemen Kehutanan Jambi. 25 pasang murai batu yang ada di kandang ternak Arista Bird Farm ini semua diurus oleh Ibu Santi sang Istri. Berkat ketelatenan Istri beliau, produksi anakan Babe Yusuf sudah menyebar di pulau jawa, bahkan beberapa anakannya dikirim ke medan. Untuk mengantisipasi jumlah penginden yang antri, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menambahkan beberapa kandang lagi.
 
Agus Arizon - Arizon Bird Farm
Membangun Dunia Perburungan Melalui Penangkaran dan Lomba
Aktif berperan menyediakan tempat latihan rutin sampai pengadaan lomba berskala nasional mulai dari tahun 2002, Agus Arizon juga menyebarkan ilmunya dan menarik kicaumania Jambi untuk ikut menangkar. Dikediamannya 20 pasang murai batu diternak dan delapan diantaranya sedang mengeram. Disamping itu beberapa pasang lovebird juga mengisi kandang tenaknya. Hasil tangkarannya juga sudah menyebar ke pulau jawa dan tidak sedikit yang sudah berprestasi.

Halaman Berikutnya :
Potret Breeder Murai Batu di Kota Jambi (2)

...baca selengkapnya di
Tabloid BnR, Edisi 310, Minggu III Maret 2015