Showing posts with label Informasi dan Tips. Show all posts
Showing posts with label Informasi dan Tips. Show all posts

Sunday, June 18, 2017

Agar Murai Batu Bongkar Isian

"Tidak sedikit penghobbis Murai Batu yang kecewa ketika Murai Batu gacoannya yang sedang dilombakan, hanya bersuara ngukluk / ngeban-ngeban saja dan enggan bongkar isian".




Berikut adalah faktor-faktor yang turut mempengaruhi Murai Batu agar rajin bongkar Isian.

 
Materi yang dimiliki
Kicauan Murai Batu didapat dan dipelajari berdasarkan apa yang ia dengar sehari-hari di dalam habitatnya. Ini bisa berasal dari suara-suara burung sejenis, suara burung-burung lain yang tinggal berdampingan dengannya hingga hewan-hewan lain yang hidup dan berkembang di ekosistemnya seperti jangkrik, kodok, siamang dan lain sebagainya.

 
Kini dengan maraknya kehadiran Murai Batu Ring, kita dituntut untuk piawai dalam mencetak kicauan Murai Batu sesuai yang dengan kicauan yang diminta dalam spek lomba. Oleh karena itu kita perlu untuk mengkondisikan tempat tinggal kita seperti layaknya ekosistem yang ada di alam, dengan menghadirkan suara-suara yang diperlukan saat lomba, Yakni dengan menghadirkan burung-burung masteran yang baik di kediaman kita. Jika Murai Batu gacoan kita minim materi masteran, maka kicauannya pun akan cenderung kicauan dasar dan monoton, seperti ngukluk/ ngeban-ngeban suara hutannya saja.


"Hadirkanlah masteran yang terbatas dan rajin mengeluarkan suara andalannya".


Kondisi Fisik
Selain materi, Murai Batu juga akan rajin bongkar isian saat ia merasa kondisi fisiknya baik. Ini meliputi pola asupan nutrisi yang seimbang, mandi, jemur dan umbaran yang tercukupi.
  1. Nutrisi, Takaran Extra Fooding yang tepat dan proporsional
  2. Mandi & Jemur, Cukup mandi dan cukup jemur
  3. Umbaran, Olah fisik cukup dan tidak berlebihan
  4. Usia, Kematangan Usia memicu kematangan birahi
Demikianlah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Murai Batu agar bongkar isian saat dilombakan. Nyatanya memang tidak semudah yang dibayangkan, setidaknya semua memerlukan usaha terus menerus dan konsisten. Konsistensi mengolah Materi dan Kondisi Fisik burung menjadi faktor kuncinya. Selamat Mencoba.



Copyright © ringadraz.blogspot.co.id, 2017
Rev.0 July 16, 2017

Wednesday, September 30, 2015

Fenomena Indukan Murai Batu Buang Anak

Fenomena Murai Batu Buang Anak itu proses yang alami
Nyatanya apabila si indukan Murai Batu (MB) membuang telur atau anaknya adalah salah satu wujud sifat alami dari binatang pada umumnya. Ketika ia merasa dirinya atau anaknya terancam, maka ia akan mencoba membunuh anaknya/ membuang telurnya, ketimbang dikuasai oleh pihak asing.
Indukan buang Anak/ Telur kerap dialami para Breeder
Nah, Sekarang tugas kita adalah mencari apa yang membuat indukannya merasa terancam.

Sebagian Breeder menyakini ada beberapa hal yang dapat membuat Indukan membuang telur / anaknya antara lain sebagai berikut:

1. Kehadiran Predator
Hadirnya binatang-binatang penganggu seperti Kucing, Tikus, Ayam dll.

2. Lingkungan Bising
Pada umumnya, MB dapat beradaptasi dengan tingkat kebisingan tertentu, namun kebisingan yang sifatnya impulsif dapat membuat indukan kaget dan merasa terancam hingga akhirnya membuang telur/ anakannya.

3. Karakter Indukan
Beberapa Jantan memiliki kegemaran membuang telur/ anakannya. Beberapa breeder berpendapat itu sudah karakter si Jantan misal si Jantan terlalu agresive / emosional. Sebagai langkah pencegahan ada baiknya mengurungkan jantan pada kandang gantung dalam tangkaran saat sang betina mulai mengeram. Metode unik lain diterapkan oleh Padepokan Balak6 - Digdaya Jakarta untuk mengantisipasi indukan yang berkarakter agresive seperti ini, yakni dengan cara setiap kali ada indukan pendatang baru, maka tangkaran harus pada saat kondisi pasca panen. karena kehadiran MB baru dapat memicu Indukan jantan bersikap aggressive.


4. Indukan Jantan Birahi kembali
Bisa juga akibat birahinya naik kembali.
Saat indukan betina keluar kotak sarang untuk mencari makan atau mandi, indukan jantan masuk ke kotak sarang membuang telur / anakannya hingga jatuh ke dasar kandang dan mematuk-matukinya agar bisa kawin lagi.
Oleh karna itu penting untuk menjaga asupan EF agar disesuaikan dengan kebutuhan dan siklusnya. Contohnya pada saat penjodohan EF jantan terutama, diturunkan agar tidak terlalu agresif saat bertemu betina, setelah berjodoh porsi JK dinaikkan, ditambah UH bila perlu. Saat sang betina mengeram JK dijaga jumlahnya agar tidak berlebih. Dan seterusnya.

5. Telur / Anakannya tidak sehat
Selain beberapa faktor diatas, indukan seringkali kedapatan membuang telur/ anakannya ketika memang menurut insting alamiah mereka, telurnya ternyata infertil, busuk atau anakannya tidak sehat.

6. Indukan kurang Kalsium
Jika ia merasa kebutuhan kalsium kurang dalam tubuhnya maka secara alamiah ia akan mencoba untuk mencari sumber kalsium yang ada disekitarnya walaupun itu adalah telurnya sendiri, untuk periode bertelur selanjutnya. Oleh karna itu pada kasus ini beberapa breeder mensiasati dengan pemberian pecahan cangkang telur ayam yang dihaluskan sebagai tambahan kalsium.

ringadraz.blogspot.com, rev.0 September 30, 2015

Tuesday, August 25, 2015

Tips Memilih Burung Bahan

Entah untuk lomba atau hanya sebagai klangenan di rumah, sebagian kicaumania lebih memilih membeli burung bahan atau ombyokan ketimbang burung jadi. Alasannya pun beragam, mulai dari rentang harga yang lebih terjangkau hingga kepuasan merawat burung dari nol sampai jadi. Sah-sah saja, namun jika anda adalah salah satu kicaumania bertipe seperti ini, maka diperlukan ketelatenan yang konsisten dan sabar sebagai modal utamanya. Burung bahan tidak bisa langsung dinikmati kicauannya sesampainya dirumah, alih-alih salah perawatan malah bisa menimbulkan kematian. 

Apapun jenis burungnya, secara konsep, proses perawatan dan pemilihan burung bahan cenderung sama. Beberapa factor perlu diperhatikan, seperti :
Lokasi Pasar Burung Pramuka Jakarta
1. Pahami dulu Karakteristik Burung
Tidak sedikit kicaumania yang mengeluh, burung bahan yang baru saja dibelinya berujung dengan kematian, padahal mereka berasumsi sudah memberikan rawatan yang maksimal. Ya.. jadi rawatannya hanya sebatas asumsi, hehehe... Oleh karena itu, biasakan sebelum membeli, pastikan anda telah mengetahui persis perihal karakteristik burung yang akan anda beli termasuk perbedaan jenis kelaminnya dan makanan kesukaannya, yah minimal anda telah membaca dari literatur yang ada.

2. Fisik itu Penting
Mayoritas burung bahan atau ombyokan yang dipasarkan di kios-kios burung berasal dari hasil tangkapan hutan. Logikanya burung ini dalam kondisi yang tengah mengalami stress berlebih. belum lagi cara menangkapnya pun bermacam-macam, sehingga beberapa diantaranya terdapat dalam kondisi bulu yang rusak dan tercabut. Untuk mensikapi hal ini, kita perlu cermati fisik burung, ada beberapa komponen di dalam fisik burung yang perlu diperhatikan yakni :
  • Aktif dan Lincah
Pilihlah burung yang Aktif dan Lincah. Aktif makan, minum dan sesekali mengeluarkan suara panggilannya. Meski dalam kandang terbatas ia lincah terbang dan bergerak kesana kemari.
  • Postur yang proporsional
Postur menggambarkan bahwa secara umum kondisi burung dalam keadaan baik dan sehat. Kebutuhan nutrisinya di alam liar pun tercukupi dengan baik. Tidak cacat fisik. Dengan kondisi fisik yang baik, harapannya adalah saat kelak ia berkicau, burung tersebut dapat berkicau dengan baik dan volume yang maksimal.
  • Semakin muda Usianya, semakin baik
Sering kita mendengar istilah Muda Hutan kan ya? hehehe .. Burung Bahan usia muda jauh lebih baik ketimbang sudah dewasa. Karna lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, meski untuk beberapa jenis burung tertentu, usia muda sangat beresiko dan rentan penyakit.

Demikian salah satu tips yang dapat digunakan sebagai panduan dalam memilih burung bahan ala saya. Semoga Bermanfaat. Tetap sabar dan telaten, karna anda mungkin saja baru dapat menikmati kicauannya dalam radius sekian bulan kedepan atau bahkan setahun kemudian. :-) 

Untuk ringadraz.blogspot.com

Sunday, August 23, 2015

Kiat Merawat Trotol ala IBC Team

Berikut ini adalah kiat merawat trotolan Murai Batu yang selama ini diterapkan oleh Mbah Ireng, IBC Team, Cipete, Jaksel. Kiat ini sempat beliau sharing di grup FB Murai Batu Indonesia. Dengan pola rawatan seperti ini, ia berhasil membawa 4 ekor MB trotolan miliknya berprestasi di berbagai lomba. 
Mbah Ireng, IBC Team, Cipete - Jakarta

A. Pola Makan.
1. Trotol yang berusia 2-5 bulan, setiap harinya diberi jangkrik 15 ekor pagi dan sore dan kroto. Stock jangkrik yang berada di kandang besar diberi makan kunyit secukupnya.


2. Untuk trotol usia 3 bulan, mulai dikenalin mandi keramba per 2 hari sekali hingga mencapai usia 5 bulan.


3. Seminggu sekali diberi minyak ikan Wellness dengan cara disuntikkan langsung ke jangkrik sekitar 3 atau 5 ekor suntikan.


4. Menginjak usia 5 bulan, porsi jangkrik dikurangi menjadi 10 ekor untuk pagi dan sorenya namun kroto tetap diberikan secukupnya setiap hari. Mandi keramba mulai setiap hari. Pada usia 5 bulan ini menu makan ditambah campuran voer nya dengan Remilen secukupnya dan diselang seling dengan Nutri Bird F16 plus suntikan jangkrik dgn minyak ikan wellnes seperti sebelumnya. Tidak ketinggalan penjemuran dilakukan dalam beberapa menit.


5. Menginjak usia 7 bulan, menu jangkrik diberikan 7 ekor pagi dan sore plus kroto secukupnya setiap hari dan tidak ketinggalan campuran voer dgn Remilen juga Nutri Bird F16 plus suntikan minyak ikan wellnes pd jangkrik setiap seminggu sekali. Pada usia ini juga mulai dikenalkan dengan kandang umbaran.


6. Menginjak usia 8 bulan biasanya trotolan remaja tadi diungsikan ke tempat yang khusus tiada suara murainya agar saat di setingga lomba tidak terganggu.


Menurut Mbah Ireng Alhamdulillah rata-rata trotolan tersebut setiap bulan turunnya bisa koncer Double Winner.
dari kiri ke-kanan Remilen, Minyak Ikan Wellness, Nutri Bird F16

B. Pola Masteran.
 1. Setelah trotol sampai di Markas IBC Team, trotol dimaster dengan metode khusus. Artinya pada usia 3 bulan pertama diberi masteran yang jenis karakternya sama misal : masteran yg memiliki karakter nembak dan yang memiliki karakter ngerol dipisah sendiri-sendiri. Jika saat itu kita memutuskan memberi masteran yang memiliki karakter nembak selama 3 bulan, maka 3 bulan berikutnya dapat diganti dengan masteran berkarakter ngerol hingga trotolan berusia 6 bulan.


 2. Pada usia 7 bulan sampai menjelang turun perdana dalam lomba, masteran akan dispesialkan artinya dipilih masteran yang punya kriteria nilai tinggi dalam lomba dengan maksud membentuk senjata atau tonjolan saat digantang nantinya tentu sesuai selera.
Sangkuriang, salah satu MB Besutan IBC Team

*dikutip atas izin Mbah Ireng, IBC Team untuk ringadraz.blogspot.com

Thursday, August 6, 2015

Jenis Extrafooding Untuk Indukan

Pemberian extrafooding (EF) yang baik untuk Indukan Murai Batu yang  sedang ditangkarkan sangatlah penting untuk diperhatikan, meski tidak ada standar bakunya. Masing-masing breeder mempunyai alasan tersendiri mengenai jenis dan jumlah EF yang diberikan. Oleh karena itu kali ini saya akan mengulas mengenai manfaat EF bagi Indukan Murai Batu di tangkaran.
Pemberian Extrafooding pada Indukan Murai Batu
1. Jangkrik
Jangkrik merupakan makanan pokok bagi indukan, karena dapat mendongkrak birahi dan menjaga stamina indukan agar tetap berada pada posisi yang stabil. oleh sebab itu ketersediaan jangkrik di kandang tangkaran tidak boleh kosong. Jangkrik yang diberikan tidak perlu dipotong kakinya, berikan saja secara utuh.

2. Kroto
Untuk ukuran pakan sebuah tangkaran, harga dan stok kroto yang berkualitas baik lumayan membuat dahi sang breeder mengkerut. hehehe.. oleh karena itu ada beberapa breeder yang mengurangi frekuensi dengan porsi secukupnya untuk pemberian kroto misalnya : kroto hanya diberikan saat indukan sedang meloloh anakannya.

3. Ulat Hongkong
Ulat Hongkong ampuh diberikan untuk mendongkrak birahi indukan. Pemberian ulat hongkong dapat diselingi dengan Ulat Jerman.

4. Ikan Guppy
Ikan merupakan sumber protein yang baik. Pemberian ikan guppy hanya sebagai menu tambahan.

5. Cacing Tanah
Cacing Tanah juga merupakan sumber protein yang baik, dan dapat menstabilkan birahi indukan yang terlalu tinggi.

Sebenarnya masih banyak lagi jenis EF bagi indukan Murai Batu yang bisa anda kenalkan ke indukan, pada prinsipnya indukan murai batu yang sedang ditangkarkan akan sangat tertarik kepada jenis pakan hidup dan bergerak. Selamat mencoba.

Thursday, July 23, 2015

Fungsi Tangkringan untuk Murai Batu

Seperti yang kita ketahui bersama, akhir-akhir ini banyak sekali model tangkringan atau tenggeran yang seringkali kita jumpai di pasaran. Pada hakekatnya masing-masing model tangkringan ini memiliki fungsinya tersendiri, berikut ulasannya berdasarkan pengamatan saya :
Tangkringan pasir dan Tangkringan Amplas
1. Tangkringan Model _/------\_
Digunakan MB yang berekor panjang, Mempunyai fungsi yakni agar ekor burung tidak rusak karena menempel pada jeruji sangkar atau  ketika MB sedang tidur. Karena ketika MB tidur biasanya mepet ia cenderung berada di pinggir tangkringan.
Dengan tangkringan model seperti ini, maka ekor burung diharapkan tidak menempel pada jeruji sangkar.

2. Tangkringan Model Lurus beramplas --==----==--
Tangkringan ini paling banyak tersedia dipasaran. Amplas yang berada di sisi kanan dan kiri berfungsi membersihkan sisa makanan dan mengasah paruh, sementara Amplas yang berada ditengah berfungsi untuk mempertahankan agak kuku tidak terlalu tajam. Disarankan untuk mengganti tangkringan ketika amplasnya sudah tidak kasar lagi.

3. Tangkringan Model T
Pada MB yang memiliki gaya tarung cenderung Nagen / memiliki gaya naik turun tangkingan / bergeser kanan-kiri, maka tangkringan ini dapat menjadi pilihan.

4. Tangkringan Kayu Asem ======
Kayu asem mempunyai tekstur yang kasar, dengan kondisi demikian diharapkan burung dapat mencengkram dengan baik. Tujuannya agar saat bertarung posisinya nyaman dan stabil, sehingga mampu berkicau dengan baik. Kulitnya pun tak mudah lepas sehingga lebih awet dibanding tangkringan amplas.
Selain itu umumnnya para penghobi terkesima dengan keindahan bentuk dan pola teksturnya, sehingga berkesan alami, spt melihat burung bertengger di dahan pohon.
Namun karna teksturnya yang kasar dan berpori besar inilah justru yang dapat mengakibatkan sisa kotoran mudah sekali menempel pada kayu dan sulit untuk dibersihkan, jika berlangsung lama, maka dapat mengakibatkan berbagai penyakit terutama tumbuhnya bakteri penyebab jamur pada kaki MB.

5. Tangkringan Model Lurus pasir .............
Penampakannya cukup elegan, membuat tangkringan model seperti ini terlihat sangat stylish. Taburan pasir diseluruh tangkringan berfungsi agar MB mampu mencengkram dengan baik dan tak mudah terpeleset. Juga sebagai pengasah paruh dan kuku.

6. Tangkringan standard pabrikan
Tersedia pula tangkringan model Lurus bergerigi *Gerigi dimaksudkan sebagai pengganti amplas, tangkringan toya halus, tangkringan yg terbuat dari plastik, dll ini semata-mata hanya untuk memudahkan produsen si pembuat tangkringan dalam memproduksi secara masal, yang telah disesuaikan degan ukuran kandang. Seperti yang terdapat pada kandang LB, dll.

Berapa sebaiknya Ukuran Tangkringan?
Bicara mengenai diameter tangkringan yang baik itu tidak ada ukuran pastinya, pilihlah tangkringan yang menurut anda, dengan diameter tersebut si MB dapat merasa nyaman bertengger, dalam artian ia dapat menggenggam dengan baik. Dapat dilihat si MB tidak mudah terpeleset, dan goyang saat nangkring ataupun pindah dari satu tangkringan ke tangkringan yg lain. Cukup sesuaikan diameter tangkringan dengan daya cengkram burung.


Semoga bermanfaat.


Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 July 24, 2015

Monday, May 11, 2015

Membedakan Jenis Kelamin Trotolan Murai Batu

"Tidak sedikit breeder yang mengaku masih merasa kesulitan ketika harus membedakan jenis kelamin pada anakan Murai Batu (MB) hasil ternakannya sendiri. Terkadang ciri-ciri fisiknya nampak jelas terlihat, namun adakalanya terlihat samar".

Pengalaman Menentukan
Disinilah perlunya pengalaman, memang pengalaman memang tidak bisa dibeli dengan uang namun anda bisa saja mengurangi resiko-resiko kesalahan dengan memperkaya pengetahuan dalam hal membedakan jenis kelamin murai batu ini. Untuk itu bagi pemula jangan khawatir disinilah perlunya berbagi informasi dengan yang lain. Semakin banyak informasi yang didapat, maka semakin yakin juga keputusan anda kelak.

Identifikasi Dini Kuncinya
Untuk mengurangi kesalahan tafsiran, saya biasanya memulai mengidentifikasi semenjak usia 7-8 hari saat trotolan dipanen. Pada usia ini, jenis kelamin lebih terlihat jelas. Anakan Jantan cenderung lebih besar dan suara minta diloloh-nya lebih besar. Telat identifikasi pada usia dini akan berakibat pada kesalahan penentuan jenis kelamin.

Ciri-ciri Anakan Murai Batu Jantan
  • Bentuk tubuhnya cenderung terlihat lebih kotak / persegi
  • Ukuran tubuhnya relative lebih besar
  • Warna bulunya lebih solid/ pekat
  • Terpantau ngeriwik
  • Suara Kretekan lebih keras

 Ciri-ciri Anakan Murai Batu Betina

  • Bentuk tubuhnya cenderung terlihat lebih bulat
  • Ukuran tubuhnya relative lebih kecil
  • Warna bulu lebih pudar
  • Tidak ngeriwik, langsung ngeplong monoton
  • Suara Kretekan tipis
Berikut Contoh Perbedaan Jantan dan Betina pada Trotolan MB, pada kasus ini perbedaan Nampak jelas terlihat
Gbr. 1. Tampak Depan, Perbedaan Anakan MB Jantan dan Betina
Gbr. 2. Tampak Samping, Perbedaan Anakan MB Jantan dan Betina
Berikut Contoh Perbedaan Jantan dan Betina yang terlihat samar.
Gbr. 3. Tampak Depan, terkadang perbedaan terlihat samar.
Gbr. 4. Tampak Samping, terlihat samar

Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 May 11 , 2015

Thursday, April 16, 2015

Suara Mati pada Murai Batu

 
Murai Batu Kontes adalah MB yang didesain khusus agar dapat mengeluarkan suara kicauan yang dominan panjang, variatif, speed rapat dan dibawakan dengan power yang maksimal saat dilombakan.
Seperti yang kita ketahui bersama irama lagu dan variasi kicauan memiliki presentasi penilaian tertinggi dalam lomba. Nah, mengingat MB adalah burung yang cerdas dalam menirukan suara burung lain, dan untuk mendukung karakter kicauannya kearah seperti yang diinginkan dalam lomba, maka kita harus memaster si MB dengan masteran selektif dan mengindari suara-suara yang tidak diinginkan yang kerap disebut oleh para pemain sebagai suara Mati atau suara Setan.

Kenapa disebut suara Mati?
Ya, karena memaster MB dengan karakter suara yg monoton pendek, dan ngelagu dapat mengurangi penilaian saat lomba. Ulasan ini pengecualian untuk MB yang hanya dipelihara untuk sekedar klangenan / peliharaan dirumah saja lho. Karena untuk MB jenis ini anda bebas memasternya dengan lagu/ isian yang anda suka, seperti saya misalnya saya, kadangkala saya senang sekali jika mendengar MB bersuara prenjak. Hehehe
 
Contoh Suara Mati pada Murai Batu
Berikut contoh burung yang karakter kicauannya cenderung Ngelagu dan/ patah-patah (pendek-pendek) : 
  • Kedasih,
  • Kutilang,
  • Poksay,
  • Blackthroat,
  • Sanger,
  • Ciblek
  • Prenjak,
  • Cucak Rowo,
  • Trucukan,
  • Beo,
  • Jalak Kerbau,
  • Perkutut,
  • Derkuku,
  • Puter,
  • Kacer,
  • Cucak hijau,
  • Suara Ayam, kucing, Siulan manusia dan lain sebagainya.
 
Kiat menghilangkan suara mati pada MB
Nah bagaimana caranya agar suara yang tidak diinginkan tersebut bisa hilang pada MB yang sudah terlanjur dimilikinya? Beberapa penghobi melakukannya dengan cara yang berbeda-beda :
  • Hilangkan sumbernya
  • Ganggu MB selama ia mengeluarkan suara mati tsb. Ada yg menyemprotkan dengan air dingin, menggebrak kandangnya, dll.
  • Kelilingi dgn masteran yg gacor sepanjang hari atau selingi dengan mp3.
  • Jika masih saja suara yang tidak diinginkan tetap dikeluarkan oleh si MB nya, sampailah pada keputusan yang paling sulit, yakni Jual MB nya. hehehe.... Selamat Mencoba..!
 
Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 April 16, 2015

Wednesday, March 25, 2015

Cangkang Telur Sumber Kalsium

Selain tulang sotong, cangkang telur ayam dapat menjadi alternatif sumber mineral dan kalsium alami yang baik bagi indukan.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa kebutuhan kalsium pada indukan cukup tinggi khususnya pada indukan betina. Indukan betina yang mengalami defisiensi kalsium dapat menyebabkan telur menjadi lunak, eggbinding maupun anakan lahir cacat / lumpuh.

Cangkang telur alternatif sumber kalsium yang baik
Cara Pembuatan
Cangkang telur ayam dibersihkan terlebih dahulu dengan air, lalu dijemur dibawah sinar matahari langsung selama beberapa hari, setelah itu ditumbuk hingga halus, dimasukkan kedalam wadah tersendiri dan diberikan kepada indukan.

Secara naluri biasanya indukan betina langsung menghampiri dan memakan cangkang telur yang telah dihaluskan tadi. Selamat mencoba. 
 
Terimakasih kepada Kang Yudha YBF Anyer yang telah membukakan mata saya untuk segera mengaplikasikan hal ini dalam rangka mengantisipasi fenomena eggbinding pada indukan betina.

Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 March 24, 2015


Halaman terkait :
Serba Serbi Telur Murai Batu
Mengatasi Eggbinding pada Murai Batu Betina

Sunday, March 22, 2015

Desain Kandang Umbaran

Pada prinsipnya, ukuran kandang umbaran bagi murai batu dapat dibuat menyesuaikan lahan yang tersedia di tempat anda.

Berikut adalah contoh kreasi desain kandang umbaran ala Om Dimas Anugrah Perdana -DAP Depok. Kandang umbaran ini dapat diatur panjangnya saat hendak digunakan (3,5 meter) dan bisa dilipat saat penyimpanan alias Knock down, sehingga memudahkan dalam penyimpanan saat tidak digunakan. Di pasaran, kandang dengan sistem knock down seperti ini umumnya tersedia dalam bentuk alumunium karna lebih awet dan tahan lama, namun anda juga dapat membuatnya dengan bahan kayu.
Konstruksi Kandang Umbaran Versi Om DAP ,Depok
Yang menarik dalam desain ini adalah tersedianya tempat dudukan untuk sangkar harian / sangkar bulat pada bagian depan umbaran, yang kalau beli jadi biasanya modul ini belum ada, sehingga kita harus memodifikasi sendiri.
Tambahan Pada Bagian depan yakni tersedianya tempat dudukan untuk sangkar harian
Jangan lupa untuk menyediakan dua buah tangkringan di kedua sudut kandang sehingga burung dapat terbang bolak balik secara horizontal. Tidak perlu ada tempat pakan dan minum di dalam umbaran sementara untuk bak mandi boleh disediakan, boleh tidak tergantung selera.

Semoga dapat menjadi inspirasi bagi rekan kicaumania khususnya bagi yang hendak membuat kandang umbarannya sendiri.

Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 March 23, 2015


Halaman Terkait:
Fungsi Umbaran untuk Murai Batu
Agar Mental Tarung MB Stabil di Lapangan

Wednesday, March 18, 2015

Alternatif Pakan Jangkrik

"Jangkrik merupakan pakan alami yang paling banyak beredar di pasaran karena relatif mudah untuk dibudidayakan. Disamping itu jangkrik mengandung protein yang cukup tinggi dan berkhasiat sebagai salah satu extrafooding penambah stamina bagi Murai Batu".
 
Namun pemberian jangkrik secara berlebihan tidak disarankan untuk MB kontes karna dapat membuat birahinya menjadi tidak terkontrol. Namun bagi para breeder khususnya Murai Batu, Jangkrik merupakan makanan pokok bagi indukan. Secara umum Jangkrik mengandung berbagai elemen dasar bagi MB yakni karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup.
 
Jangkrik sebagai Media tambahan nutrisi
Lalu pertanyaan berikutnya adalah diberi makan apa jangkrik sebelum diberikan ke burung kesayangan kita? Jangkrik dapat digunakan sebagai media pemberian nutrisi tambahan bagi si MB. Jangan biarkan perut jangkrik dalam keadaan kosong saat hendak diberikan ke MB. Karna seharusnya anda dapat menambahkan sejumlah vitamin atau mineral tambahan kedalamnya.
 
Berikut alternatif pakan untuk Jangkrik beserta Manfaatnya
 
1. Voer
Memasuki musim pancaroba, makanan terbaik bagi MB adalah voer, karna didalamnya terkandung nutrisi minimal yang diperlukan bagi keseharian burung. Hal ini penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak terjadi defisiensi mineral yang dapat berdampak pada daya tahan MB. Bagi MB yang dipelihara dalam sangkar harian hal ini tidak akan menjadi masalah karena voer adalah makanan pokoknya sehari-hari, namun tidak demikian bagi indukan yang tengah berada di tangkaran sudah pasti mereka tidak makan voer. Solusinya adalah Jangkrik diberi makan voer, sehingga saat jangkrik dimakan oleh MB, tubuhnya mengandung voer.
 
2. Daun Pepaya
Daun pepaya juga dapat diberikan sebagai pakan harian jangkrik sebelum diberikan ke MB.Tidak hanya baik untuk manusia, daun pepaya diyakini juga bermanfaat untuk menambah nafsu makan, daya tahan tubuh MB dan mengantisipasi serangan tetelo pada trotolan maupun indukan.
 
3. Buah-buahan dan Sayuran
Saat masih berada ditangan peternak, jangkrik diberi sayuran seperti wortel, daun singkong. Buah-buahan seperti Apel juga baik diberikan sebagai pakan jangkrik sebagai sumber vitamin C tambahan yang baik.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat !

Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 March 18, 2015

Sunday, March 8, 2015

Fungsi Umbaran untuk Murai Batu

Merujuk kepada aspek penilaian juri yakni Variasi/Irama Lagu-Volume-Durasi dan -Gaya/Fisik, kira-kira umbaran diperlukan untuk memperkuatkan aspek yang mana ya?

Menurut saya umbaran dapat memperkuat aspek Durasi Kerja Burung dan Gaya/Fisik, sementara aspek Variasi/Irama lagu dipengaruhi oleh masteran. Beberapa pemain percaya umbaran dapat meningkatkan Volume, namun menurut pengamatan saya, Volume pada MB ini kecenderungannya sangat kental dipengaruhi oleh gen yang diwariskan oleh indukan (bakat) dan umumnya akan mencapai titik maksimum pada usia kisaran 2tahun atau 2kali mabung.  

Umbaran dapat memperkuat durasi kerja burung

Berikut aneka manfaat bila MB masuk umbaran :
1. Mencegah Kegemukan
Jika MB kegemukan maka kecenderungannya adalah ia menjadi malas bergerak dan kemampuan kicauannya tidak akan maksimal.Dengan umbaran rutin, maka diharapkan si MB akan semakin  lincah, aktif bergerak dan semakin rajin berkicau.
 
2. Memperkuat Stamina & Nafas
Stamina yang baik berpengaruh pada durasi kerja si mb saat kontes. Menariknya lagi, setelah saya amati ternyata umbaran juga membuat jagoan anda lebih tahan banting saat dibawa mengggunakan sepeda motor menuju tempat latberan. Sementara nafas yang panjang juga dapat mempermudah si MB berkicau panjang tanpa jeda/ ngetem.
 
3. Mengurangi Birahi
Umbaran juga dapat difungsikan sebagai media pengalihan birahi.

Lalu berapakah ukuran kandang umbaran yang ideal bagi MB?
Kandang umbaran untuk MB berkisar antara 3 hingga 4 meter dibuat memanjang dilengkapi dengan 2 buah tangkringan tempat untuk mandi. Umumnya umbaran bagi MB berukuran (PxLxT) 3x1x1 meter.

Teknik Mengumbar
Mengumbar murai tidak lantas hanya melepaskannya begitu saja dan membiarkannya dalam durasi waktu tertentu (meski adapula penghobi yang lebih menyukai seperti ini, sah sah saja, mengingat perlakuan terhadap MB tidak bisa disamaratakan).

Ada berbagai macam teknik mengumbar MB yang umumnya dilakukan oleh para pemain. Ada yang memasukkan burung-burung kecil kedalam kandang umbaran, adapula yang lebih menyukai mengusir si MB dari satu sisi ke sisi lainnya. Tujuannya agar MB dapat bergerak terbang bolak-balik dari satu tangkringan ke tangkringan lainnya secara berulang-ulang. Lakukan bertahap jangan sampai MB stress dan sangat kelelahan. Luangkan waktu ia untuk beristirahat sejenak dan lakukan kembali.
Apapun tekniknya yang terpenting adalah kita perlu mengetahui bahwa secara konsep, umbaran diperlukan agar si MB aktif bergerak sehingga stamina dan nafasnya ikut terlatih.

Ingat, MB yang masuk kedalam kandang umbaran adalah MB yang sudah biasa mandi dikeramba sebelumnya. Agar anda tidak kewalahan ketika mengembalikannya kedalam sangkar harian. Selamat mengumbar murai batu.. :)

Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 March 9, 2015

Halaman terkait :
Desain Kandang Umbaran

Tuesday, March 3, 2015

Ragam Pola Ekor Murai Batu

Pola ekor murai batu selalu menarik untuk dibicarakan karena identik dengan KTP Murai yang bersangkutan. Berikut adalah gambarannya

Murai Batu Medan
Pola ekor MB Medan dan semenanjung sumatera pada umumnya hampir seragam. Pola strip putihnya membelah menyilang.
Motif Ekor MB Medan / Sumatera
Murai Batu Nias
MB Nias memiliki pola ekor yang dominan hitam, kebanyakan ditemukan tanpa pola / hitam polos. Sebagian kecil memiliki noktah putih se-ujung kuku manusia dimana sebagian penghobis menyebutnya sebagai Nias Raja, hehehe meski secara ilmiah belum diketemukan adanya kamus raja berdasarkan ekor murai pada habitat aslinya dihutan. Noktah putihnya pun sebenarnya dapat saja berubah saat mabung, bisa jadi tambah banyak, atau bahkan hilang sama sekali.
Motif Ekor MB Nias / Black Tail
Murai Batu Silangan Medan Vs Nias
Menariknya Silangan antara ekor putih dengan ekor hitam ini akan menimbulkan gen yang tidak bisa fixed /absolut. Artinya pola ekor anakannya tidak bisa dipastikan seperti apa. Ada yang ikut seperti Indukan Jantannya (WT) adapula yang ikut seperti induk betinanya (BT) ataupun sebaliknya. Namun pada kasus ini biasanya memiliki kecenderungan kuat untuk menjadi hampir mirip dengan MB sabang, hanya saja pola balaknya biasanya tidak sempurna.
Motif Ekor Silangan BT Vs Medan
Murai Batu Sabang
Dikenal dengan pola balaknya, MB Sabang menjadi Trend selama tahun 2014 dan mungkin saja masih akan berlanjut ketahun berikutnya. Karna memang MB Sabang terpantau sudah mulai jarang ditemukan dihabitat aslinya. Pola balak MB sabang berukuran sama dengan kuku manusia atau lebih besar dari noktah putih yang ditemukan pada MB Nias. Umumnya pola balaknya ada 6, sehingga seringkali penghobi menyebutnya sebagai MB balak 6.
Motif Ekor MB Sabang Balak 6
Murai Batu Silangan Sabang Vs Medan
Umumnya diketahui Pola balak anakannya akan menjadi balak 8. adapula yang menyerupai MB Sumatera.
Motif Ekor Silangan MB Sabang Vs Medan

Ilustrasi diatas adalah MB Betina koleksi pribadi saya. Tidak ada perbedaan pola ekor pada jenis kelamin, gambar diatas hanya gambaran umum saja.

Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 March 2, 2015

Sunday, February 1, 2015

Mengatasi MB yang Macet Bunyi

Pada prinsipnya, setiap burung pasti akan berkicau jika mereka sehat secara jasmani dan rohani, :) begitupun juga dengan Murai Batu (MB).

Berdasarkan pengamatan saya sebelumnya, banyak faktor yang berkontribusi terhadap tingkat kegacoran seekor burung, namun secara umum dapat dikategorikan ke dalam dua faktor pendukung utama yakni kondisi Fisik dan Mental, diantaranya adalah:


1. KONDISI FISIK
Tingkat kesehatan MB harus dalam kondisi yang prima.
artinya tidak kekurangan Gizi/EF/ ketidakseimbangan hormon, tidak dalam kondisi mau mabung/mabung, cukup jemur dan mandi, tidak kelewat OB (overbirahi) dll


1.1. Ketidakseimbangan hormon dan nutrisi
Secara prinsip seekor burung sudah bisa gacor dengan EF settingan normal tanpa vitamin, jika ini saja belum mencukupi maka
Alternatif penanganannya :
•beri vitamin
•seimbangkan kadar hormon testosteron pada burung, berikan suplemen penambah hormon bila perlu.
•full kerodong


1.2. Dalam kondisi mabung
Pada hakekatnya kicauan seekor burung bertujuan untuk menarik lawan jenisnya, umumnya burung akan semakin sering berkicau saat musim kawin, dan akan mengurangi kicauannya sesaat sebelum memasuki,dan selama masa mabung.
karna pada masa ini burung tidak melakukan perkawinan.
Alternatif penanganannya :
•beri EF yang cukup atau berlebih, jangan dikurangi
•beri vitamin bila perlu
•full kerodong


1.3. Salah pola rawatan
Salah pola rawatan juga berpengaruh terhadap kicauannya, pasalnya ia mendapatkan perlakukan diluar dari kebiasaan sebelumnya.
Alternatif penanganannya :

•mandi keramba lalu jemur
•lakukan penjemuran rutin di pagi hari antara jam 7-9 atau jam 8-10, jemur sekitar 15menit terlebih dahulu, perlahan baru ditingkatkan bertahap.
•setelah itu beri EF angin2xkan selama kurang lebih 15menit lalu kerodong.
•beri vitamin bila perlu
•atau kembalikan ke pola rawatan yang sama seperti sebelumnya.


1.4. Over Birahi
Over birahi akan menyebabkan MB menjadi agresif dan cenderung jarang berkicau. bahkan ada yang sampai mencabuti bulunya sendiri hingga botak.
Alternatif penanganannya :
•full kerodong
•lakukan pengembunan
•tambahkan cacing dalam menu harian, stop UH, kurangi porsi JK



2. KONDISI MENTAL
MB tidak dalam kondisi yang stress, atau mentalnya tidak sedang drop, sudah beradaptasi /tidak takut sama orang dll. Kita bisa rawat sesuai dengan kasusnya masing2x.


2.1. Mental drop
MB yang memiliki sifat fighter pada hakikatnya akan cenderung drop jika merasa terdesak atau terancam.
Alternatif penanganannya :
•diasingkankan jauhkan dari mb lainnya bila ada.
•full kerodong
•dengarkan suara gemericik air 
•lakukan pengembunan
•beri vitamin anti stress bila perlu
•sandingkan dengan burung2x kecil bersuara halus namun gacor spt pleci, dll


2.2. Stress berlebih
Stress pada MB bisa diakibatkan karna faktor2x tertentu (kalah mental/drop saat bertarung, terlalu ramai/bising, panas, lingkungan yang asing dll).
Kondisi ini sering ditemui pada MB Bahan.
Alternatif penanganannya :
•full kerodong
•dengarkan suara gemericik air 
•lakukan pengembunan
•beri vitamin anti stress bila perlu
•sandingkan dengan burung2x kecil bersuara halus namun gacor spt pleci, kenari dll
•EF dominan dan bervariasi sangat bagus sebagai pereda stress bagi mb bahan.


Catatan :
*Untuk MB Bahan, diperlukan upaya yang kontinyu dan konsiten untuk membiasakan dengan lingkungan manusia, umumnya diperlukan waktu dalam hitungan tahun.
*Untuk MB yang pernah gacor sebelumnya, ketika stressnya berlebih kondisi ini akan hilang setelah mengalami masa mabung berikutnya.
*Jumlah EF tidak bisa digeneralisir, masing-masing MB spesifik memiliki setingan yang berbeda-beda.
*Full Kerodong, yang dimaksud full kerodong adalah
MB yang dalam kesehariannya digantung berbalutkan kerodong, kerodong hanya dibuka saat pembersihan kandang, pemberian pakan, dianginkan sebentar saja, lalu dikerodong kembali hingga pemberian pakan selanjutnya.


Hanya sekedar berbagi studi empiris pribadi saja, Semoga bermanfaat.

Copyright © Ring AdRaz, 2015
Rev.0 February 02, 2015

Thursday, January 22, 2015

Serba-Serbi Telur Murai Batu

 
MONTHLY BASIS
Ketika chemistry kedua indukan sudah pas, maka periode bertelur adalah sebulan sekali, Subahannallah. Sayangnya hanya sedikit sekali tipe indukan yang seperti ini, semua tergantung kejelian sang breeder dalam mengkolaborasikan indukan.
Telur Murai Batu
CANGKANG TETASAN
Cangkang telur yang telah menetas biasanya akan dibuang jauh dari gelodok,
gambaran naluri indukan betina di alamnya untuk mengelabui pemangsa.

Cangkang Telur yang telah Menetas
TELUR INFERTILE
Salah satu penyebab telur tidak dibuahi adalah tidak terjadinya proses kawin. Jika hal ini terjadi beberapa kali, maka indukan harus dibongkar ulang untuk mengetahui apakah jantan atau betina yang bermasalah.
Telur Infertil
CANGKANG LUNAK
Cangkang telur yang lunak dapat menjadi salah satu penyebab Eggbinding,
umumnya disebabkan karena kekurangan kalsium. Oleh karena itu pada Murai Batu betina,
penjemuran rutin dan pemberian kalsium tambahan melalui tulang sotong/asinan, remahan cangkang telur ayam, pecahan kerang yang yang terkandung didalam pasir laut juga dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Cangkang Telur Lunak

Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 January 23, 2015

Rev.1 January 27, 2015

Thursday, January 8, 2015

Pesona Murai Batu Ekor Hitam

Murai Batu Ekor Hitam memang sedikit berbeda dengan Murai Batu Sumatera lainnya.
Berikut beberapa testimoni dari para pemilik Murai Batu ekor hitam / (Black Tail) BT yang berhasil saya rangkum, yang membuat MB BT menarik adalah:


-Gaya mainnya sambil sujud-sujud
-Efek kipasan ekornya yang nampak atraktif
-Volumenya dan besetan nya pedes
-Mudah menyerap materi masteran
-Lebih mudah beradaptasi
-Temperament dan Agresif



Umumnya MB BT akan berkicau dengan lagu yang relatif monoton sepanjang harinya, Isiannya akan segera keluar sesaat ketika ia berhadapan dengan lawannya.
Dengan ekornya yang dominan pendek sekitar 14-16cm, tubuh yang relatif mungil dan sifatnya yang temperamen. BT akan terlihat lebih atraktif ketika digantang.
Tak sedikit juga yang mengakui dengan menggantang BT di lapangan dapat membuat mb lainnya mengalami ngebatmen atau drop.


Akhir-akhir ini semakin bertambah pemain yang berani menggantang BT di lapangan. Hal ini membuat beberapa EO ternama berinisiatif menggelar kelas khusus mb ekor hitam.
Di sisi lain Komunitas Black Tail (KomBat) menentang keras menggantang MB BT di kelas ini, pasalnya secara umum MB BT tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan MB Sumatera lainnya, kecuali warna ekor. Bagi rekan-rekan KomBat, BT harus dinilai bersamaan / setara dengan dengan MB lainnya.


Disisi lain permintaan pasar pun melonjak drastis, seiiring dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding jenis mb sumatera lainnya. Kini semakin banyak Penghobis mulai berburu BT berkualitas mulai dari trotolan hutan hingga ke peternakan.

Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2015
Rev.0 January 9, 2015

Thursday, December 4, 2014

Terapi Mandi Hujan bagi Murai Batu


"Hasil Terapi Mandi Hujan ini diyakini berdampak Positif bagi burung, tak terkecuali Murai Batu. Salah seorang yang telah membuktikannya adalah Irvan Sadewa, seorang pelopor e-bird mastering indonesia".


Secara ilmu kedokteran hewan yang dikutipnya dari beberapa jurnal ilmiah, mandi basah kuyup pada burung dapat membuat peredaran darah di tubuh burung menjadi lancar, dan membuat sistem metabolisme ditubuh burung bisa berlangsung sebagai mana mestinya.
Manfaat dan keunggulan lainnya antara lain ialah:
  • Dari segi psikologis terapi ini untuk membiasakan burung pada kondisi yang ekstrim
  • Dari segi fisiologis terapi ini untuk membuat peredaran darah ditubuh burung lancar.
  • Dari segi kesehatan untuk melatih antibodi burung.
Terapi mandi hujan ala Irvan Sadewa

Terapi Mandi Hujan ini khusus untuk burung yang kondisi kesehatannya baik atau dalam kondisi sehat (fit)
Setelah ritual Terapi Mandi Hujan sampai basah kuyup (cukup 15 menit saja), burung diangin-anginkan selama 30 menit dan diberi EF sesuai seting takarannya. Biasanya burung sangat menikmati terapi mandi hujan seperti ini.

Irvan Sadewa telah melakukan riset mandi hujan ini pada burung-burung pemakan serangga dan buah-buahan seperti: Anis Merah, Anis Kembang, Cucak Hijau, Kacer, Murai Batu, Tledekan, Cucak Jenggot, Cucak Rowo dan semua jenis Jalak. Namun untuk burung pemakan biji-bijian dirinya mengaku belum pernah melakukan riset ini.

Penasaran? silahkan mencoba mumpung musim penghujan telah tiba :) .
 
Copyright © ringadraz.blogspot.com, 2014
Rev.0 December 4, 2014